Pada tanggal 4 Agustus-9 Agustus 2024 lalu, empat orang delegasi, di antaranya Amelia Augustine Aan Putri, Loudewyk Marcelano Leyriz Bessie, Windi Julia Wulandari, dan Caroline Dwi Sonya Putri Patracia mewakili administrasi publik UNPAR mengikuti event TEMU AdMI 2024. Kegiatan ini merupakan pertemuan tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2004, dengan partisipasi dari mahasiswa Administrasi Negara (AN) atau Administrasi Publik (AP) dari berbagai universitas di seluruh Indonesia. Pada tahun ini, Universitas Gadjah Mada (UGM), khususnya melalui Keluarga Mahasiswa Manajemen dan Kebijakan Publik, dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara ini. Sebagai salah satu universitas terkemuka di Indonesia, UGM membawa tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa Temu AdMI 2024 menjadi ajang yang produktif dan inovatif. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk akademisi yang ahli di bidang administrasi publik, praktisi yang berpengalaman dalam reformasi birokrasi, serta pemangku kepentingan lainnya yang memiliki peran penting dalam mengarahkan kebijakan publik di Indonesia. Dalam kegiatan Temu AdMi 2024 ini delegasi Universitas Katolik Parahyangan berhasil meraih Best Presentation 1 dalam Cluster “Pengendalian Kemiskinan”.
Pada dasarnya, tujuan utama dari Temu AdMI 2024 adalah untuk mengadakan forum diskusi dan pertukaran gagasan terkait reformasi birokrasi di Indonesia. Dengan tema “Reformasi Birokrasi Berbasis Outcome untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan,” acara ini bertujuan untuk menekankan pentingnya reformasi birokrasi yang tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga pada hasil nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Melalui diskusi dan kolaborasi yang dilakukan, diharapkan mahasiswa sebagai Administrator Muda Indonesia dapat berkontribusi dalam merumuskan solusi konkret dan inovatif untuk tata kelola pemerintahan yang lebih efektif dan berorientasi pada hasil. Pada akhirnya, melalui diskusi dan kolaborasi yang terjadi selama Temu AdMI 2024, diharapkan mahasiswa yang berpartisipasi dapat menjadi agen perubahan yang mampu membawa reformasi birokrasi di Indonesia menuju arah yang lebih baik, lebih efektif, dan lebih berfokus pada kesejahteraan masyarakat dan pencapaian tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan ini melibatkan serangkaian diskusi panel, lokakarya, dan sesi kolaboratif yang dirancang untuk mendorong partisipasi aktif dari seluruh peserta. Diskusi panel akan menghadirkan pakar di bidang administrasi publik dan reformasi birokrasi, yang akan membahas berbagai isu dan tantangan dalam pelaksanaan reformasi birokrasi berbasis outcome. Selain itu, lokakarya akan difokuskan pada pengembangan keterampilan dan strategi praktis yang dapat diterapkan oleh peserta dalam konteks pekerjaan dan studi mereka. Sesi kolaboratif ini tidak hanya akan memperkuat jaringan antar mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga akan mendorong mereka untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menghadapi tantangan yang ada. Pada akhir acara, hasil dari sesi kolaboratif ini akan dipresentasikan di depan semua peserta dan panelis, dengan harapan bahwa ide-ide tersebut dapat menjadi inspirasi dan mungkin diadopsi oleh pemangku kebijakan di Indonesia. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap peserta Temu AdMI 2024 tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga keterampilan praktis dan pengalaman kolaboratif yang dapat memperkaya kapasitas mereka sebagai administrator publik di masa depan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya reformasi birokrasi berbasis outcome, serta bagaimana implementasi kebijakan yang berfokus pada hasil dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik. Temu AdMI 2024 juga bertujuan untuk membangun jaringan kerja sama di antara mahasiswa, akademisi, dan praktisi, yang dapat memperkuat kolaborasi di masa depan dalam upaya mewujudkan birokrasi yang lebih responsif dan akuntabel di Indonesia. Temu AdMI 2024 tidak hanya akan menekankan pentingnya reformasi birokrasi berbasis outcome, tetapi juga berupaya membangun jaringan kerja sama yang kuat di antara mahasiswa, akademisi, dan praktisi. Jaringan ini diharapkan akan menjadi fondasi bagi kolaborasi jangka panjang yang dapat memperkuat upaya-upaya reformasi di masa depan. Dengan terjalinnya hubungan yang erat antara para calon administrator publik, mereka akan memiliki platform yang memungkinkan pertukaran ide, pengalaman, dan strategi secara berkelanjutan, baik dalam konteks lokal maupun nasional.

Muhammad Ushaim Putra Suhair
Mahasiswa Program Studi Sarjana Administrasi Publik
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Katolik Parahyangan


