DARI KAMPUS UNTUK PERUBAHAN: MENINGKATKAN KESADARAN TERHADAP KESADARAN KEKERASAN BERBASIS GENDER

Program Studi Administrasi Publik berpartisipasi aktif dalam Kampanye Internasional 16 Hari Anti Kekerasan Berbasis Gender, yang berlangsung dari 25 November hingga 10 Desember 2024. Kampanye ini dilaksanakan di PPAG 2 oleh mahasiswa Program Studi Administrasi Publik dan Hubungan Internasional, bekerja sama dengan Satgas PPKS serta Keuskupan Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Gender dalam Administrasi Publik, salah satu mata kuliah pilihan dalam kurikulum Program Studi Administrasi Publik, yang bertujuan mengintegrasikan perspektif gender ke dalam praktik administrasi publik.

Kampanye ini bertujuan untuk mengedukasi mahasiswa agar lebih peduli terhadap isu kekerasan berbasis gender, baik di lingkungan universitas maupun di luar kampus. Selain itu, kegiatan ini dirancang untuk mendorong mahasiswa agar berani bersuara melawan kekerasan berbasis gender serta memperkuat solidaritas antar mahasiswa dalam saling mendukung.

Kampanye ini dilaksanakan dalam dua bentuk: melalui media sosial pada 25 November hingga 10 Desember, dan kampanye langsung pada 6 Desember sebagai puncak kegiatan. Pada acara utama, peserta kampanye membentuk kelompok untuk mendesain booth dengan tema dan kreativitas masing-masing. Setiap booth menampilkan pendekatan unik, mulai dari media kertas tempel, cermin refleksi diri, hingga terowongan refleksi yang inovatif. Acara ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni, seperti pantomim, tari, serta pemutaran film Yuni di Ruang Audio Visual FISIP, yang memberikan pengalaman mendalam bagi para peserta.

Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya isu anti kekerasan berbasis gender. Para peserta diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, sekaligus berkontribusi nyata dalam mendukung kesetaraan gender dan menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan.

Violeta Ruth Theodora Mandang

Violeta Ruth Theodora Mandang
Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Katolik Parahyangan