PENCEGAHAN – PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL DAN HARMONISASI KESETARAAN GENDER

Yoseline Paredes – seorang aktivis perempuan dari Meksiko dan pendiri NGO “Yes She Can”. Organisasinya lahir untuk memberikan suara kepada perempuan dan untuk gerakan sosial inklusif. Fokus dari “Yes She Can, Yes We Can” pada kekerasan seksual (sexual assault), kesetaraan gender (gender equality), pemberdayaan (empowerment), dan isu kesehatan (healthy issue).

Organisasi ini berkolaborasi dengan European Commission atau Komisi Eropa. Untuk memulai organisasinya itu, dia melakukan penelitian terhadap “Feminisme” di Mesir, Jerman, dan Meksiko sendiri. 

Keprihatinan Yose yakni peran perempuan yang berada dalam sistem patriarki. Sebagai seorang feminis, Yose dan rekannya percaya bahwa budaya patriarki era modern saat ini sedang mengalami permasalahan ketika banyak laki-laki sebagai pemegang kekuasaan atas perempuan melakukan penindasan dan kekerasan terhadap perempuan. Ideologi Feminisme yang sebenarnya tidak mempermasalahkan hak yang dimiliki oleh laki-laki, namun feminisme ada untuk memecahkan permasalahan budaya patriarki yang selama ini salah dan mengakibatkan ketidakadilan yang dialami oleh perempuan. 

Permasalahan patriarki tersebut muncul disebabkan karena pengaruh dari ekonomi dan politik dunia. Ekonomi berbasis sistem kapitalisme lebih menyediakan kebutuhan untuk laki-laki daripada perempuan. Faktor yang menjadi dasar penyediaan kebutuhan yang tidak seimbang juga disebabkan oleh kerentanan perempuan, yang seharusnya ketika perempuan rentan, maka penyediaan kebutuhannya harus lebih baik daripada laki-laki. Yose memiliki visi bahwa perempuan era modern masa kini harus bisa menjadi agen perubahan untuk mengubah sistem kapitalisme yang tidak adil untuk perempuan. Yose membawa visi agar perempuan dan laki-laki memiliki keadilan pada pemenuhan kebutuhan secara setara.

 

Pada tahun 2022 ini, UNPAR membentuk Satgas PPKS yang didasari dari UU No.12 Tahun 2022 tentang Tindakan Pencegahan Kekerasan Seksual untuk penindakan pencegahan kekerasan seksual dan untuk mewujudkan proteksi dini pada isu tersebut di dunia pendidikan. Di beberapa negara masih tabu terhadap pendidikan seksual, dan harus diperbaiki. Menurut Yose, apa yang dilakukan oleh UNPAR dalam pembentukan Satgas PPKS tersebut sudah benar, karena inisiatif tersebut dapat melindungi setiap mahasiswa dari kekerasan yang akan terjadi dan membantu mengubah stigma negatif dari masyarakat terhadap korban yang mengalaminya.

Imanuela Ekaristi
Lastiarma Gratia Lumbantoruan