Bandung, 7 Mei 2025 – Departemen Kajian dan Advokasi Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik FISIP Unpar menggelar Diskusi Publik bertajuk “Kerja Keras, Hak Ditindas: Buruh dalam Bayang Ketidakadilan” di Ruang Audio Visual FISIP. Diskusi ini menghadirkan berbagai narasumber seperti KASBI Kota Bandung, Bandung Bergerak, Serikat Pekerja Kampus, dan LBH Bandung. Diskusi dibuka oleh perwakilan Suara Mahasiswa dan dimoderatori oleh Bandung Bergerak, yang dikenal aktif mengangkat isu-isu sosial di masyarakat.
Diskusi Publik ini tidak hanya menjadi ajang intelektual semata, melainkan juga berfungsi sebagai sarana penting untuk membangkitkan kesadaran kolektif mengenai peran negara dalam menjamin keadilan bagi para pekerja. Dalam kondisi ketika perusahaan kerap berlindung di balik dalih efisiensi pasar dan peran negara menunjukkan respons yang lambat, maka peran serikat buruh dan masyarakat sipil menjadi krusial untuk membangun solidaritas dan mempertahankan ruang demokrasi yang inklusif.
Membahas isu buruh setelah 1 Mei justru sebuah komitmen untuk memastikan bahwa perjuangan ini tidak berhenti pada seremoni tahunan. Dengan adanya ruang untuk berpikir kritis terhadap isu sosial, politik dan ekonomi maka mahasiswa hadir sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dan menyuarakan pentingnya perlindungan hak-hak buruh dalam mencapai kesejahteraan hidup. Hal ini menjadi harapan yang diinginkan oleh Departemen Kajian dan Advokasi sebagai pelaksana dalam kegiatan Diskusi Publik yang diadakan pada tanggal 7 Mei kemarin.


Karin Azaria, Muhammad Attila Jilani
Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Katolik Parahyangan


